Context Engineering: Lapisan antara Prompt dan Produk AI Andal

Context engineering adalah praktik memilih, menyusun, dan menguji informasi yang dipakai AI sebelum menjawab atau bertindak.

Terakhir diperbarui

Workspace sistem yang menunjukkan dokumen, memori, tool, dan evaluasi dalam workflow AI

Context engineering adalah pekerjaan memilih dan menyusun informasi yang diterima AI sebelum menjawab atau melakukan aksi. Prompt hanya satu bagian. Konteks yang lebih lengkap mencakup dokumen, state pengguna, memori, retrieval, tool, izin, format jawaban, dan evaluasi.

Banyak kegagalan produk AI bukan karena modelnya lemah. Model bisa saja mampu, tetapi menerima dokumen yang salah, state yang hilang, instruksi lama, atau tool tanpa data yang cukup.

Contoh sederhana

Bayangkan asisten support menjawab pertanyaan refund. Prompt "jawab sesuai kebijakan refund" tidak cukup. Sistem juga perlu kebijakan terbaru, tanggal pembelian, plan pengguna, wilayah, tiket sebelumnya, aturan eskalasi, dan cara mengutip bagian kebijakan.

Jika salah satu hilang, jawaban bisa terdengar meyakinkan tetapi salah.

Empat lapisan

LapisanPertanyaanContoh
Source selectionInformasi apa yang perlu dilihat AI?Retriever, file picker, query database
State managementApa yang harus diingat lintas langkah?Tujuan user, riwayat sesi, izin
Instruction designBagaimana AI memakai konteks?System prompt, output schema
EvaluationApakah konteks baru memperbaiki hasil?Test case, trace log, regression check

Untuk developer Indonesia, peluang kontennya kuat di workflow praktis: coding assistant dengan konteks repo, chatbot support untuk SaaS lokal, katalog produk ecommerce, dan dokumentasi internal.

Bacaan terkait